Lalu perlahan tetapi pasti aku menuruni perutnya. Bokep Barat Aku mengangguk sambil mengedipkan mata. Bibirku kutekan ke bibirnya. Mau kan kamu memuaskan aku lagi nanti?”“Tentu saja mau”, kataku, “Bodoh kalau nolak rejeki ini.” Ia tertawa.“Kalau kamu lagi pingin, telepon saja aku,” lanjutnya, “Tapi kalau aku yang pingin, boleh kan aku nelpon?”“Tentu.. Tetangga sebelah mungkin bisa mendengar lolongannya itu. Ia menjerit dan spontan duduk sambil menekan kepalaku sehingga lidahku lebih dalam terbenam. Hening sejenak.“Maaf”, katanya,”Aku tidak bermaksud mencari tahu”, lanjutnya dengan rasa bersalah.Pokok pembicaraan beralih ke anak-anak, ke sekolah, ke pekerjaan dan sebagainya.





