Barulah ia sadar akan apa yang terjadi, ia telah menghianati suami, telah menyerahkan sesuatu yang seharusnya hanya ia berikan kepada suaminya tidak kepada warno, menunduk ia sambil menangis.Sementara warno tidak tau apa yang harus dilakukan, ”maafkan aku mbak…maafkan aku, hanya itu yang keluar dari mulut warno. Bokepsubindo Keringat mengucur deras hari tubuh hitamnya eh..eh..ehhhhh aku keluar mba…ahhhh. Memang seputar petakan Nani pada jam-jam seperti ini terasa lebih sepi, karena sebagian besar anak-anak sedang bergelut dengan kegiatan sekolah, sementara orang tua mereka yang kebanyakan para pedagang dipasar, sedang belanja barang daganganya, paling-paling hanya beberapa anak yang belum sekolah yang tinggal dirumah atau sperti nenek tadi yang memberi tahu warno bahwa Nani ada di dalam petakannya.Mas…mas..mas… ehm..ehh..ehh desahan Nani semakin tidak menentu, hal ini semakin memacu




















