Darahku berdesir saat jemari lembut kak Dewi mengusap punggung tanganku. Bokep India Sumpah ! Aku tak sabar lagi menunggu, sudah hampir jam sembilan. Aku membayangkan tengah berguling-guling sambil mendekap tubuh kak Dewi yang putih mulus. Temennya kak Dewi udah pulang kali ?!.Kunyalakan TV, tapi hampir seluruh chanel menyebalkan, Kuis, Lawakan, Ketoprak, Sinetron Mistery, fffpuih ! Kedua tangan kak Dewi membelai-belai rambutku.Tubuhku perlahan mulai merayap kembali. Ah aku terangsang. Seperti kebiasaannya kalau bikin susu ia pasti hanya minta setengah gelas.“Takut gak abis”, katanya !“Nih kak !”, kataku sambil meletakkan gelas susu disebelah kanan. Janji !”, kataku sambil setengah mendorong tubuh kak Dewi.Kak Dewi tak urung menurut.




















