Aku mendesis dan meremas rambutnya sebagai respon atas tindakannya. Bokep China Dari bawah meja aku mendengar dia sudah membuka pintu dan berbicara dengan seseorang yang aku tidak tahu. Jantungku berdetak lebih kencang saat kuketuk pintunya. “Tenang aja Pak, saya juga tahu diri kok, yang penting saya nggak mau perjuangan saya selama ini sia-sia,” jawabku dengan tersenyum kecil. Kuharap Bu Hany sudah pulang kalau tidak sia-sialah semuanya. “Tenang cuma karyawan mengantar surat ini kok, yuk terusin lagi Dik.”
Lalu dengan cueknya aku melepaskan baju dan rokku yang sudah terbuka hingga telanjang bulat di hadapannya. Tangan kananku meraih benda itu dan membantu menancapkannya. Aku sudah susah-susah belajar dan mengerjakan tugas untuk mata kuliah ini, juga nilai UTS-ku 8,8, tapi semuanya sia-sia hanya karena ceroboh sedikit, yang ada sekarang




















