Ternyata, bohong! Aku jadi sering membolos sekolah. Bokep SMA Lagipula ini masih jam 3 pagi.Setelah setengah jam kami putar-putar kota, akhirnya kami sampai di daerah sekitar rumah Rangga. Dia pura-pura tidak tahu aku marah padanya. Aku sudah mempersiapkan diri untuk mendiamkannya selamanya. Dia bangkit dan memeluk tubuhku. Kepalanya yang merah mengkilat karena cairan maninya meleleh keluar. Aku yang sudah tidak bisa berpikir lagi Cuma mengiyakan semua omongannya.Sampai di rumahnya, aku langsung diantar ke kamarnya. Evi yang rajin ke gereja. Dia berhenti sesaat sambil melihat aku yang sudah terangsang berat.“Rangga.. Kalau lagi ada pacarku, mereka selalu menggoda kami sebagai pasangan serasi. Aku memejamkan mata dan mendengus. Hingga akhirnya aku tergeletak lemas di lantai kamar mandi.Setelah bosan menangis, aku segera beranjak dari kamar mandi dan mengenakan pakaian.




















