Perawakanku juga kecil, tinggi 159 dengan berat badan 48kg, terbayang sudah kecilnya payudaraku.Penantian dan keraguanku hilang saat kubaca chat balasannya, dia menjawab dengan lantangnya,
“Kata siapa?! Bokep minimal main gitar lah. Hendy mengerti maksudku, sehingga dia berhenti meminta. Mulanya ku abaikan sampai akhirnya dia memulai percakapan. Alhasil aku hanya menghabiskan waktu dengan tiduran saja. sedangkan aku, jangankan baca begituan, baca novelpun bosenan, novel Dilan 1991 pun baru setengahnya aku baca dan gak dilanjut. Saat itu sedang libur nasional, pacarku sedang kerja lembur dan dia sudah berangkat dari jam 7 pagi karena ada jadwal piket di kantornya. Baru kali ini aku merasa ada yang menghargai tubuhku, ya.. Karena dilihat dari wajah dan perawakannya, dia terlihat seperti anak baik-baik dan “gak begitu” ke cewek apalagi yang baru dikenalinya.Lalu ku jawab dengan ketawa saja, berharap dia diam dan menyerah.“Sedikiiiiit aja chel, penasaran”, ternyata masih berusahaSpontan aku jadi ingin menggodanya, dengan mata




















