Senyum sedih menghias wajahku karena mikirin Yanti. Bokep sub indo “Ohhhhhh …” aku mengerang. Bisa kulihat lebih jelas dengan diterangi lampu jalan, masih muda – mungkin belasan awal dua puluhan tahun – rambut cokelat gelap, mata gemerlap, dan sangat cantik. Aku menggosok penisku naik dan turun, sampai pintu surga itu basah. “Bagaimana kalau setengah-setengah?”
Dia menatapku heran. “Ohhhhhhh lailahailallaaah,” ia meratap. Setelah membersihkan diri, makan malam – Nasi ikan sayur lagi – dan memeriksa ruang TV. Kontolku yang telah mengempis mulai hidup kembali. “Paling cuma setengahnya dari kepinginnya dia ketemu aku!”
Aku tertawa terbahak-bahak. Matanya terbuka, tetapi mata itu kelihatan berkaca-kaca.




















