Aku merengut, hendak marah, tapi tak jadi, pahanya yang mulus terpampang di depanku, membuat gondokku hilang.Setelah itu aku mulai tertarik mencuri-curi pandang. Bokep Crot Hahaha.”Dia ikut tertawa.Aku mengambil rokok dari saku depan kemejaku, menyalakannya. Diana tersentak kaget.“Aduh Mas Ray, suara apaan tuh?”“Nggak apa-apa, sakit nggak?”“Sedikit…”“Tahan ya.., sebentar lagi masuk kok…”
Dan kurasakan lubang kemaluan Diana sudah mulai basah dan agak hangat. Diana tak sadar, dia memejamkan mata, menikmati asap rokok yang mengepul dan keluar melalui jendela yang terbuka. Bukan menghujat. Ancol! Akhirnya aku desakkan batang kemaluanku dengan cepat dan tiba-tiba agar Diana tidak sempat merasakan sakit. Nanti pasti ada lagi yang ingin manjat tugu selamat datang.” Kata gadis yang menarik perhatianku itu.Aku pun duduk dekat mereka, berbincang tentang pemilu kali ini.




















