Bagaimana kira-kira reaksi dia sendiri.“Sudah waktunya.” pikirnya***Bram melongo di pintu, memelototi Tia yang berdiri di depannya. Bokep sub indo Penyakit lama, nih”.Tia agak kesal melihat kakak iparnya—merangkap pemilik salon tempat mereka berdua ngobrol—‘biasa saja’ melihat foto-foto perempuan lain yang membikin Tia dan Bram bertengkar dua hari lalu. Bram cuek.“Gak mau.”“Mas Braamm…”Bram maju. Adiknya itu tidak bisa dibilang ganteng, malah tampangnya terhitung pas-pasan. Dengan tidak sabaran Tia langsung naik ke pangkuan Bram dan memaksa mencium bibir Bram. Penyakit lama, nih”.Tia agak kesal melihat kakak iparnya—merangkap pemilik salon tempat mereka berdua ngobrol—‘biasa saja’ melihat foto-foto perempuan lain yang membikin Tia dan Bram bertengkar dua hari lalu. Rumah itu baru terisi mereka berdua, Bram dan Tia, yang menikah tahun lalu. Citra lalu menaruh rokoknya di asbak, tersenyum, berdiri, lalu




















