Kulihat waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi lebih sedikit. “Sudah Zainal, ayo kembali ke kamar!”, ajaknya. Bokep Montok Kupindahkan semua barang diatas meja keatas laci, lalu kubersihkan meja itu. Mungkin karena malu Indah segera melepaskan cubitannya. Sekalian saja aku pamitan padamu jika dalam beberapa hari kedepan kita tak bisa ketemu lagi. “Daripada hidup menjanda, jadi istri muda yg sering ditinggal suami saja seperti ini saja sudah susah apalagi jadi janda kembang”, jawabnya mengeluh. Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yg akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan. “Mbak, jangan nyubit lagi Mbak, ampun Mbak..”, katau meminta belas kasihannya.




















