Aku pun setuju dengan tawaran Kristin, yang penting aku dapat uang.Singkat cerita, aku menjadi seorang sales kosmetik yang menawarkannya dari rumah ke rumah. Aku melihat wajah pak tua itu dia sangat horny, nafsunya tinggi sekali dan juga pandai memainkanku. Bokep sub Tiba-tiba dengan lantang dia berbicara,“berapa gajimu sehari?”“tidak pasti pak, sesuai berapa jumlah peminatnya…”“gimana kalau kamu aku gaji? asal aja kalau ngomong…” ucapku dengan nada marah.“berapa yang kamu minta, kalau hanya sekedar sales jangan pasang tarif tinggi..”Aku semakin garang ketika dia melecehkan pekerjaanku. Aku mengetuk pintu dan berteriak salam,“perrrmisssiiii…..” ucapku dengan lantang.Aku pun menunggu sangat lama sekali di teras rumah itu. Aku pun berpamitan dengan pak Broto karena lama sekali istrinya belum datang.




















