shh.. Mungkin juga di wajahku.Segera aku keluar dari mobil untuk menutupi rasa malu. Bokep sub “Aya besok lusa aku telpon kamu oke?”
Ia tak menjawab. sshh.. “Aaawww.. kamu baru minum?”
“Eehh,” sahutku, aku tak tahu pasti itu jawaban atau erangan. uuhh..” aku tak tahan lagi. Aku merasa ia mulai mengeluarkan lidahnya (thanks.. sudah sangat terlambat sayang. Kustater mobilku dan melaju ke luar perumahan menuju jalan raya. Lalu mulai bibirku kusapukan ke arah bawah pusarnya. Tanganku tetap menjaga kedua pahanya agar tidak menjepit kepalaku supaya aku tetap bisa mendengar erangannya. “Aawwhh.. Apalagi aroma tubuhnya memancarkan bau yang merangsang. T-shirtnya tetap kubiarkan. Pikiranku berubah saat itu. Ah harum sekali rambutnya. Setiap centimeternya kulakukan dengan sangat perlahan.




















